ASI yang berada dalam tubuh Bunda jelas tidak mungkin basi. ASI basi kemudian merujuk pada ASI yang
telah diperah, dan disimpan di kantong atau wadah penyimpanan yang dimasukkan ke dalam lemari
pendingin atau freezer.
Secara umum ASI yang disimpan di dalam freezer dan dibekukan dapat memiliki usia hingga 6 bulan,
dengan catatan kondisi penyimpanan benar-benar mendukung, dan ASI berkualitas baik tanpa
kontaminasi.
Beberapa langkah berikut ini dapat menjadi pertolongan pertama yang Bunda berikan pada si kecil
ketika ia terlanjur minum ASI basi dari penyimpanan.
1. Cek Suhu Tubuh si Kecil
Ketika mengalami keracunan, si kecil umumnya akan menunjukkan tanda demam sebagai gejala
paling jelas. Jika demam yang terjadi disertai dengan muntah dan buang air besar yang terlalu
banyak, maka bisa menjadi indikasi ia keracunan ASI yang sudah basi.
Gunakan termometer yang akurat untuk memastikan suhu tubuh si kecil agar Bunda lekas
mengetahui kondisinya. Pemahaman pada kondisi awal ini bisa menjadi patokan untuk langkah
penanganan berikut yang lebih baik.
2. Hentikan Pemberian ASI yang DIcurigai Basi
Jika setelah mengkonsumsi ASI lalu si kecil menunjukkan reaksi yang tidak biasa, maka Bunda
sebaiknya menghentikan aktivitas ini sesegera mungkin. Seperti mendadak muntah, menangis,
atau terjadi peningkatan suhu badan.
ASI yang dicurigai basi bisa segera berhenti diberikan agar efek yang muncul tidak semakin
parah. Segera cek dan pastikan kembali kondisi ASI yang diberikan, dan pastikan juga si kecil
tidak mengalami gejala lebih lama. Jika perlu, Bunda dapat segera mengunjungi dokter untuk
memastikan kondisi si kecil.
3. Posisikan Tegak untuk Memudahkannya Bersendawa
Ketika si kecil muntah terus menerus hal lain yang dapat Bunda lakukan untuk memberikan
pertolongan pertama adalah memposisikan si kecil dalam keadaan tegak. Posisi ini dapat
memudahkannya bersendawa,
Bunda juga dapat memberikan pijatan lembut pada bagian perutnya menggunakan minyak
telon. Efek nyaman dan hangat yang dirasakan si kecil dapat membantunya menjadi lebih
tenang. Hindari gerakan yang terlalu kencang, karena justru bisa membuatnya merasa pusing
dan tidak nyaman.
4. Segera Bawa ke Dokter
Ketika bayi terlanjur minum ASI basi, dan Bunda menyadari hal ini, sesegera mungkin bawa ke
dokter untuk mendapatkan penanganan lebih profesional. Dokter anak akan paham benar apa
yang harus dilakukan, agar efek kesehatan yang dialami si kecil tidak meluas.
Beberapa langkah yang disebutkan pada poin nomor 1, 2, dan 3 memang akan berguna sebagai
pertolongan pertama pada bayi terlanjur minum ASI. Namun tetap disarankan untuk tidak
menunda ke dokter agar si kecil mendapatkan penanganan yang lebih baik dan menghindari hal-
hal lain yang muncul sebagai efek keracunan ASI basi.
5. Telusuri Lagi Apa Penyebabnya
ASI basi dapat dipicu oleh berbagai hal. Mulai dari konsumsi makanan yang kurang ideal pada
Bunda, masalah lemari pendingin atau penyimpanan yang digunakan, hingga wadah ASI yang
tidak secara rapat melindungi ASi dari kontaminan.
Coba cermati apa saja yang Bunda makan selama beberapa hari terakhir, siapa tahu kandungan
yang ada di dalam makanan tersebut dapat memicu reaksi alergi, keracunan, atau penurunan
kualitas ASI.
Jika semua normal, maka pastikan kembali media penyimpanan ASI yang Bunda gunakan.
Pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada pengaturan suhu, dan pastikan juga suhu
aktual yang ada di bagian dalam penyimpanan.
Terakhir, cermati wadah yang Bunda gunakan dan perangkat breast pump yang dipakai untuk
memerah ASI. Untuk bagian ini, pastikan pula tidak ada kebocoran atau kontaminasi dari zat
apapun yang dapat merusak kualitas ASI sehingga mengurangi usia simpannya.
Source: hegen.co.id