Bayi Terlanjur Minum ASI Basi? Ini 5 Pertolongan Pertama yang Moms Wajib Tahu!

  • ASI yang berada dalam tubuh Bunda jelas tidak mungkin basi. ASI basi kemudian merujuk pada ASI yang
    telah diperah, dan disimpan di kantong atau wadah penyimpanan yang dimasukkan ke dalam lemari
    pendingin atau freezer.
    Secara umum ASI yang disimpan di dalam freezer dan dibekukan dapat memiliki usia hingga 6 bulan,
    dengan catatan kondisi penyimpanan benar-benar mendukung, dan ASI berkualitas baik tanpa
    kontaminasi.
    Beberapa langkah berikut ini dapat menjadi pertolongan pertama yang Bunda berikan pada si kecil
    ketika ia terlanjur minum ASI basi dari penyimpanan.
    1. Cek Suhu Tubuh si Kecil
    Ketika mengalami keracunan, si kecil umumnya akan menunjukkan tanda demam sebagai gejala
    paling jelas. Jika demam yang terjadi disertai dengan muntah dan buang air besar yang terlalu
    banyak, maka bisa menjadi indikasi ia keracunan ASI yang sudah basi.
    Gunakan termometer yang akurat untuk memastikan suhu tubuh si kecil agar Bunda lekas
    mengetahui kondisinya. Pemahaman pada kondisi awal ini bisa menjadi patokan untuk langkah
    penanganan berikut yang lebih baik.
    2. Hentikan Pemberian ASI yang DIcurigai Basi
    Jika setelah mengkonsumsi ASI lalu si kecil menunjukkan reaksi yang tidak biasa, maka Bunda
    sebaiknya menghentikan aktivitas ini sesegera mungkin. Seperti mendadak muntah, menangis,
    atau terjadi peningkatan suhu badan.
    ASI yang dicurigai basi bisa segera berhenti diberikan agar efek yang muncul tidak semakin
    parah. Segera cek dan pastikan kembali kondisi ASI yang diberikan, dan pastikan juga si kecil
    tidak mengalami gejala lebih lama. Jika perlu, Bunda dapat segera mengunjungi dokter untuk
    memastikan kondisi si kecil.
    3. Posisikan Tegak untuk Memudahkannya Bersendawa
    Ketika si kecil muntah terus menerus hal lain yang dapat Bunda lakukan untuk memberikan
    pertolongan pertama adalah memposisikan si kecil dalam keadaan tegak. Posisi ini dapat
    memudahkannya bersendawa,
    Bunda juga dapat memberikan pijatan lembut pada bagian perutnya menggunakan minyak
    telon. Efek nyaman dan hangat yang dirasakan si kecil dapat membantunya menjadi lebih
    tenang. Hindari gerakan yang terlalu kencang, karena justru bisa membuatnya merasa pusing
    dan tidak nyaman.
    4. Segera Bawa ke Dokter

    Ketika bayi terlanjur minum ASI basi, dan Bunda menyadari hal ini, sesegera mungkin bawa ke
    dokter untuk mendapatkan penanganan lebih profesional. Dokter anak akan paham benar apa
    yang harus dilakukan, agar efek kesehatan yang dialami si kecil tidak meluas.
    Beberapa langkah yang disebutkan pada poin nomor 1, 2, dan 3 memang akan berguna sebagai
    pertolongan pertama pada bayi terlanjur minum ASI. Namun tetap disarankan untuk tidak
    menunda ke dokter agar si kecil mendapatkan penanganan yang lebih baik dan menghindari hal-
    hal lain yang muncul sebagai efek keracunan ASI basi.
    5. Telusuri Lagi Apa Penyebabnya
    ASI basi dapat dipicu oleh berbagai hal. Mulai dari konsumsi makanan yang kurang ideal pada
    Bunda, masalah lemari pendingin atau penyimpanan yang digunakan, hingga wadah ASI yang
    tidak secara rapat melindungi ASi dari kontaminan.
    Coba cermati apa saja yang Bunda makan selama beberapa hari terakhir, siapa tahu kandungan
    yang ada di dalam makanan tersebut dapat memicu reaksi alergi, keracunan, atau penurunan
    kualitas ASI.
    Jika semua normal, maka pastikan kembali media penyimpanan ASI yang Bunda gunakan.
    Pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada pengaturan suhu, dan pastikan juga suhu
    aktual yang ada di bagian dalam penyimpanan.
    Terakhir, cermati wadah yang Bunda gunakan dan perangkat breast pump yang dipakai untuk
    memerah ASI. Untuk bagian ini, pastikan pula tidak ada kebocoran atau kontaminasi dari zat
    apapun yang dapat merusak kualitas ASI sehingga mengurangi usia simpannya.
    Source: hegen.co.id